KATA PENGANTAR Indonesia sedang berada di persimpangan sejarah media dan identitas sosial. Di satu sisi, kita memiliki akses informasi yang belum pernah terjadi sebelumnya setiap orang kini dapat ber...
Kalau nanti hujannya sudah reda, kita makan malam di luar lagi, ya. Seolah tak terjadi apa-apa. “Kalau nanti hujannya sudah reda, kita makan malam di luar lagi, ya.”Begitu sederhana, begit...
November 2025. Sudah delapan tahun sejak pertama kali saya menjejak Lombok, saat gempa besar mengguncang dan meninggalkan luka mendalam bagi banyak orang. Ketika itu saya masih mahasiswa S2 semester s...
Tentang ayam yang berlari dari belenggunya, dan manusia yang berlari dari Tuhannya. Bandara selalu punya suasana yang unik. Antara rindu dan perpisahan, harap dan gelisah, tumpah di ruang tunggu yang ...
Kisah di Balik Nazar: Pesan Akhir Zaman dari H. Ibrahim Yusuf Nasihat ini bersumber dari Bapak Ahmad Murni Nasution (Narasumber) yang menyampaikan salah satu Pesan Dakwah H. Ibrahim Yusuf. Di sebuah k...
Kadang kita lupa, dunia ini selalu berputar di antara rasa cukup dan rasa kurang. Tapi anehnya, semakin maju peradaban, semakin canggih teknologi, semakin banyak juga manusia yang merasa kurang. Mungk...
Ada sesuatu yang selalu membuat hati saya bergetar setiap kali kembali ke Jogja. Kota ini bukan sekadar tempat persinggahan, ia adalah rumah kedua yang menyimpan begitu banyak kenangan dan pelajaran h...
Di era digital seperti sekarang, kita hidup dalam banjir informasi. Media sosial, berita daring, podcast, bahkan obrolan ringan di grup WhatsApp keluarga seolah menjadi ruang tanpa henti yang menyodor...
Pertemanan sering dipahami hanya sebagai kebersamaan, padahal ia jauh lebih dari itu. Pertemanan adalah ruang belajar, tempat kita menyaksikan manusia tanpa topeng. Dari orang lain, kita menemukan pan...
Di negeri para intelektual tanpa kompas, terang bukan tanda jalan melainkan peluru yang akan ditembakkan kepadamu. Mereka tidak mencari arah, mereka mencari kenyamanan dalam konvoi yang saling meneguh...









